Awal 2010 bermula.
Sudah hampir tiga tahun aku kenal kamu. Sebagai sahabat yang tak pernah
absen atas kegundahan hatiku, selalu memberi suprot saat aku down, memberikan
senyuman manis yang membuatku luluh saat
aku marah besar kepadamu dan kamu berkata “ kita sahabat selamanya, kamu
sahabat ku yah ? “ , memberikan perhatian penuh waktu aku sakit dan banyak
kenangan manis yang tak pernah pudar dalam benak.
Apalagi saat kamu bercerita tentang cinta pertamamu, aku sangat senang
mendengarnya , kau galau merengek seperti anak kecil aku selalu mendengarkan
dan memberi saran terbaik . Padahal Tuhan tau hatiku kecilku menangis karena
kau tak melihat rasa hati kecilku SOB.
Saat kau bingung memilih sekolah terbaik, dan kau mendukungku untuk
satu sekolah denganmu.. tapi aku tak bisa. Saat kau menceritakan bagaimana hari
pertama sekolahmu yang berbaur dengan lawan jenis, yang tak pernah kita lakukan
di SMP.
Awal tahun kelas X kita masih baik-baik, kau seperti yang dulu berubah
meski tak banyak tapi aku bisa mengerti, tapi entah mengapa rasa hati kecilku
itu berpindah di hati besarku.
Pertemuan pertama kita di taman krida budaya, kau mengajak ku agar kita
lebih akrab. Aku sangat senang bertemu dengamu , sepulang dari bertemu aku
sangat ingat kita sama-sama mengirim pesan “ nice too meet you SOB “ .
Pertengahan kelas X , bisa di bilang kau putus dengan cinta pertamamu.
Kau mulai berubah pesat , perhatian , sapa , senyum , dan semua yang berikan
untukku DULU mulai pudar dan berlalu mengikuti tiupan angin ke arah yang tak
jelas. Semakin lama kau semakin aneh, aku terus mencari tahu apa kesalahanku
sehingga kau memperlakuakn ku seperti itu, jujur aku bingung sekali saat itu,
ingin ku menangis sekencang mungkin. Tidak lama, aku menemukan sebabnya ,
karena cinta pertamamu kau berb uat seenaknya kepada ku ! . Sedih , kecewa ,
ingin berteriak kencang di hadapanmu AKU GAK KYAK GITU ! kau menganggap teman
cinta pertamamu itu mempunyai sifat yang sama . SALAH BESAR SOB !
Sikap , perhatian , cara mengirim pesanmu , saat kita tegur sapa ,
semuanya BERBEDA. Aku selalu ingin menangis saat aku bertemu denganmu dan kau
tidak menyapaku, padahal aku ingin bercerita banyak SOB .
Akhir kelas X , aku sudah tidak pernah mengirim pesan (sms) , di fb pun
kau tak menyapaku , aku hanya bisa terdiam dan menunggu kepastian yang tak
berujung hasilnya. Asal kamu tau, aku selalu memperhatikan dan mencari berita
terbaru tentang kau aku selalu bertanya kepada temenku yang sekelas denganmu, “
Gimana kabanya dia ?’’ .Apalagi saat teman sekelasmu bercerita bahwa kau
memenangkan juara tek wondo aku sangat senang sekali. Jujur yah.. temenku aja
bosen tak tanya gitu, apa lagi menceritakan teteng kau kepadaku.
Awal kelas XI
Semuanya hilang begitu saja, entah kau sudah tertelan bumi atau
tertelan keegoisanmu?!
Aku capek selalu sabar dan selalu berfikir positiv tentang sesuatu yang
tak jelas seperti dirimu ! SOB !
Aku baru tau kalau kamu itu kyak gini gak hanya sama aku aja, ternyata
kamu lebih dari seorang munafik yang pernah aku kenal . kepada seorang wanita
yang sudah tau bagaimana rasanya jatuh cinta dengan tulus . Kecewa berat.
Tapi ini belum berujung, karena waktu lebaran aku masih mengharapkan
ukhwah kita tersambung meski sebatas teman yang pernah kenal.
Habis lebaran, awal kelas XI
Aku sudah mencoba biasa kalau dengar ceritamu , apapun itu beritanya.
Walaupun Tuhan gak tidur buat ngawasin kita , bagaimana sebenarnya isi hatiku.
Tuhan tunjukkan semuanya di minggu ini, aku MARAH,KECEWA,GAK NYANGKA,
SHOK , GALAU , BINGUNG , LINGLUNG.
Semua bercampur aduk ketika aku mendengar kau berjalan berdua di salah
satu mall di malang dengan salah satu teman yang sering curhat denganku.
Awalnya aku tak percaya , sangat amat tak percaya malah, karena aku berfikir
kamu gak mungkin seperti itu. Aku tahu kamu kyak gimana , aku selalu berfikir
positiv saat itu , mengendalikan amarahku .
TAPI, aku salah besar !
Kau tak seperti yang dulu, yang selalu menjaga , yang selalu
berperilaku baik , kau lebih dari seorang MUUNAFIK beneran !
Temenku yang jalan sama kamu itu cerita tanpa dosa kepadaku. Kau
berjalan berdua dengannya, nemenin belanja , foto bareng , apa itu pantas di
sebut anak MABI ?
AMARAHku benar-benar berpuncak di sini .
Aku gak mau kenal kamu lagi , kau itu sekedar sampah yang hanya
mengitori hatiku , tanpa tanggung jawab yang berunjung.
Cukup sampai sini aku mengenalmu, aku sangat berterima kasih kepada
Tuhan karena menjukkan Kekuasaan-NYA .
Bagaimana kau sebenarnya.
Terima kasih kau yang sudah ada dalam hidup ku.
Nyesel udah kenal kamu.
Gak bahagia kenal kamu.
Semoga aku gak bertemu dengan orang yang seperti kamu lagi. #hope full
Yang tertanda,
NKS.Malang,
2012-09-02

